sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi hingga Kurs Mengancam Nilai Kekayaan, Ini Strategi Menjaga Warisan Finansial

Milenomic editor Shifa Nurhaliza Putri
03/08/2026 17:30 WIB
Membangun kemapanan finansial membutuhkan waktu yang panjang. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan nilai kekayaan tersebut tetap terjaga.
Inflasi hingga Kurs Mengancam Nilai Kekayaan, Ini Strategi Menjaga Warisan Finansial. (Foto: Ilustrasi)
Inflasi hingga Kurs Mengancam Nilai Kekayaan, Ini Strategi Menjaga Warisan Finansial. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Membangun kemapanan finansial membutuhkan waktu yang panjang. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan nilai kekayaan tersebut tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya, terutama di tengah tekanan inflasi, fluktuasi nilai tukar, serta ketidakpastian ekonomi global.

Prudential Indonesia menilai, seiring bertambahnya aset yang dimiliki, fokus pengelolaan keuangan keluarga perlu bergeser dari sekadar mengembangkan kekayaan menjadi menjaga keberlanjutan nilainya melalui perencanaan jangka panjang atau legacy planning. 

Pendekatan ini dinilai semakin relevan, khususnya bagi masyarakat segmen affluent dan high-net-worth (HNW) dengan pendapatan bruto di atas Rp900 juta per tahun.

Dalam jangka waktu 10 hingga 30 tahun, nilai kekayaan dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, mulai dari inflasi, perlambatan pasar, penurunan nilai bisnis, hingga pergerakan nilai tukar. 

Di sisi lain, kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun strategi keuangan jangka panjang.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD). Berdasarkan data yang dikutip Prudential Indonesia, kurs USD terhadap rupiah meningkat sekitar 38 persen dalam 10 tahun terakhir, dari Rp13.238 per USD pada Juli 2016 menjadi Rp18.221,65 per USD pada Juli 2026, atau rata-rata bertumbuh sekitar 3,25 persen per tahun. Data tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan risiko nilai tukar dalam menyusun strategi menjaga nilai kekayaan.

Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, mengatakan kepemilikan aset saja belum cukup untuk memastikan kondisi finansial keluarga tetap terjaga pada masa mendatang.

”Dalam mempersiapkan legacy, memiliki aset saja belum tentu cukup untuk memastikan masa depan keluarga tetap terlindungi. Berbagai perubahan kondisi ekonomi, termasuk inflasi dan dinamika nilai tukar, serta risiko tak terduga dapat memengaruhi rencana finansial yang telah dipersiapkan. Karena itu, keluarga perlu mempertimbangkan diversifikasi, termasuk melalui aset dan perlindungan dalam mata uang USD, agar hasil kerja keras dapat terus memberikan manfaat dan kepastian finansial bagi generasi berikutnya,” kata Priskilla.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement