“Kami melihat kebutuhan masyarakat di pengungsian terus berkembang. Setelah pangan, air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendasar dan harus tersedia setiap hari. Karena itu, kami berupaya menghadirkan dukungan yang bisa digunakan bersama dan memberikan manfaat secara langsung bagi warga di posko,” ujar Kindaris, Direktur Utama PNM.
Menurutnya, bantuan dalam situasi bencana tidak selalu harus berbentuk bantuan yang langsung habis digunakan. Infrastruktur sederhana yang dapat dimanfaatkan bersama juga penting untuk membantu warga menjalani masa pengungsian dengan lebih baik.
“Harapannya, toren air ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga memberikan kemudahan bagi warga selama masih berada di pengungsian. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan melihat kebutuhan apa lagi yang dapat kami dukung,” lanjutnya.

Setelah memastikan kondisi karyawan dan melakukan pemetaan kebutuhan nasabah, PNM Peduli terus bergerak menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat. Dari makanan, kebutuhan bayi dan perempuan, dukungan dapur umum, hingga kini akses air bersih, bantuan PNM terus diarahkan pada kebutuhan yang paling dekat dengan keseharian warga.
Di tengah proses pemulihan pascagempa, PNM berharap dukungan tersebut dapat membantu meringankan beban warga dan membuat hari-hari di pengungsian sedikit lebih baik. (Wahyu Dwi Anggoro)