“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.
Sejalan dengan itu, Prabowo turut mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap berada di pusat sistem multilateral dunia, tetapi pada saat yang sama perlu terus diperkuat agar mampu menjawab perubahan dan tantangan global.
PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia.
"Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa," kata Teddy.
(NIA DEVIYANA)