“Kemudian orientasinya berubah kalau Dewan Nasional Keuangan Inklusif hanya inklusifity hanya keterlibatan masyarakat mempunyai rekening tapi Bapak Presiden sudah mengubah orientasinya menjadi kesejahteraan keuangan keluarga,” ujarnya.
Menurut Airlangga, keluarga menjadi fokus utama dalam program tersebut karena merupakan unit ekonomi terkecil di masyarakat. Melalui dewan ini, pemerintah akan memantau kesejahteraan keuangan keluarga secara lebih terarah.
“Jadi kalau kita bicara ekonomi makro yang diluncurkan Pak Presiden di sini adalah keluarga per keluarga, ekonomi terkecil di masyarakat kita adalah ekonomi keluarga. Ini yang oleh Bapak Presiden dimonitor dengan program ini,” tutur Airlangga.
Airlangga menambahkan, Prabowo akan menjabat sebagai Ketua Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan. Sementara itu, Ketua OJK Fredrica Widyasari Dewi akan menjadi wakil ketua, sedangkan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian , dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadi wakil ketua harian.
“Dan program ini Bapak Presiden menjadi ketuanya, kami lapor ke Pak Presiden, kami ketua harian, Ibu Fredica menjadi wakil ketua, Gubernur BI menjadi wakil ketua harian dan juga Pak Mendagri menjadi wakil ketua harian dan Menteri Keuangan juga sebagai wakil ketua harian. Dan sebagian menteri menjadi anggota, Bapak Presiden,” katanya.
(kunthi fahmar sandy)