“Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada, kalau enggak salah, 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah,” ungkap dia.
Pramono menambahkan, budaya gotong royong dan kesadaran masyarakat untuk segera melapor sejak awal potensi api muncul menjadi faktor krusial agar kebakaran tidak meluas.
“Karena apa? Begitu di awal masyarakat sudah memberitahu kepada Dinas Kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat seperti yang saya sebutkan, yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” tutur Pramono.
Ia menekankan bahwa sinergi antara warga dan Dinas Damkar DKI Jakarta harus terus dijaga demi memperkuat sistem mitigasi bencana di Jakarta ke depan.
“Tetapi intinya adalah koordinasi di lapangan yang menjadi penting, sehingga dengan demikian keterlibatan masyarakat memberitahu kepada Damkar dan sebagainya itulah yang menjadi kata kunci di dalam kita memberikan penanggulangan untuk kebakaran yang di Jakarta,” beber dia.