sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pramono Nilai Penanggulangan Kebakaran di Jakarta Sudah Cukup Baik, Ini Alasannya

News editor Niko Prayoga
06/10/2026 13:25 WIB
Kunci utama keberhasilan tersebut dinilai terletak pada respons cepat masyarakat dan koordinasi yang efektif di lapangan.
Pramono Nilai Penanggulangan Kebakaran di Jakarta Sudah Cukup Baik, Ini Alasannya. (Foto: MNC Media)
Pramono Nilai Penanggulangan Kebakaran di Jakarta Sudah Cukup Baik, Ini Alasannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai sistem penanggulangan bencana, khususnya penanganan kebakaran di wilayah Ibu Kota, saat ini relatif sudah terdesain dengan baik. 

Kunci utama keberhasilan tersebut dinilai terletak pada respons cepat masyarakat dan koordinasi yang efektif di lapangan.

Pramono menjelaskan bahwa kesiapsiagaan antisipasi kebakaran di tingkat paling bawah terus berjalan, salah satunya melalui penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap wilayah Rukun Warga (RW). Meski demikian, ia menegaskan akan tetap melakukan evaluasi berkala di lapangan.

“Jakarta ini dalam hal penanggulangan kebencanaan terutama yang berkaitan dengan kebakaran relatif sudah terdesain dengan baik, bahkan kegiatan APAR yang dimiliki per RW kan sudah jalan di Jakarta, walaupun saya harus melakukan pengecekan lagi apakah alatnya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak,” kata Pramono, Selasa (6/10/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa langkah preventif dan pola komunikasi yang lancar antara warga dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil meminimalkan dampak musibah di daerah permukiman padat penduduk, seperti wilayah Tambora dan Cakung. 

“Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada, kalau enggak salah, 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah,” ungkap dia.

Pramono menambahkan, budaya gotong royong dan kesadaran masyarakat untuk segera melapor sejak awal potensi api muncul menjadi faktor krusial agar kebakaran tidak meluas.

“Karena apa? Begitu di awal masyarakat sudah memberitahu kepada Dinas Kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat seperti yang saya sebutkan, yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” tutur Pramono.

Ia menekankan bahwa sinergi antara warga dan Dinas Damkar DKI Jakarta harus terus dijaga demi memperkuat sistem mitigasi bencana di Jakarta ke depan.

“Tetapi intinya adalah koordinasi di lapangan yang menjadi penting, sehingga dengan demikian keterlibatan masyarakat memberitahu kepada Damkar dan sebagainya itulah yang menjadi kata kunci di dalam kita memberikan penanggulangan untuk kebakaran yang di Jakarta,” beber dia.

Selain itu, Pramono juga menekankan bahwa bencana kebakaran merupakan satu yang harus dimitigasi dan ditangani secara serius. Terlebih, bencana itu bisa timbul dari dampak El Niño atau musim kemarau yang berkepanjangan. 

“Dan salah satu hal yang perlu kita tangani serius adalah berkaitan dengan kebakaran. Karena El Niño yang panjang ini, mudah-mudahan awal Oktober ini segera bisa turun hujan,” tegas Pramono. 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebakaran terkadang timbul dari hal-hal kecil seperti korsleting listrik, puntung rokok yang dibuang sembarangan, bahkan panas yang terlalu lama.

“Karena dalam kondisi kering panjang yang seperti ini, di lapangan itu kebakaran sangat sering terjadi dari hal-hal kecil. Kadang-kadang puntung rokok, korsleting, kemudian panas yang terlalu lama. Sehingga dengan demikian, saya meminta betul kepada seluruh jajaran untuk mengantisipasi, menjaga hal ini,” pungkas dia.
                      

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement