sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PSSI Ungkap Pendapatan Kompetisi Liga di Indonesia Tembus Rp705 Miliar per Musim

News editor Yuwantoro Winduajie
03/08/2026 17:58 WIB
Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir usai memimpin Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
PSSI Ungkap Pendapatan Kompetisi Liga di Indonesia Tembus Rp705 Miliar per Musim. (Foto: MNC Media)
PSSI Ungkap Pendapatan Kompetisi Liga di Indonesia Tembus Rp705 Miliar per Musim. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan pendapatan kompetisi liga di Indonesia kini mencapai Rp705 miliar per musim. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan perkembangan pesat industri sepak bola Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir usai memimpin Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

"Kalau kita lihat, pendapatan liga per musim sekarang sudah mencapai Rp705 miliar. Ini perkembangan yang sangat baik," kata Erick.

Menurut dia, peningkatan pendapatan tersebut berdampak langsung pada kondisi keuangan klub. Klub-klub Liga 1 maupun Liga 2, lanjut Erick, disebut memperoleh pemasukan yang lebih besar dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

"Klub-klub Liga 1 maupun Liga 2 kini mendapatkan pemasukan yang jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu. Silakan nanti dicek sendiri, bandingkan pendapatan klub dari tiga tahun lalu dengan sekarang," ujarnya.

Erick menilai perkembangan liga menjadi modal penting bagi kemajuan sepak bola nasional. Bahkan, ia menyebut kompetisi sepak bola saat ini merupakan liga olahraga dengan nilai ekonomi terbesar di Indonesia.

"Setelah tiga tahun terakhir, liga kita sudah berkembang dengan pendapatan mencapai Rp705 miliar. Saya rasa ini merupakan liga olahraga terbesar di Indonesia. Tidak ada liga olahraga lain yang memiliki pendapatan sebesar itu," katanya.

Meski demikian, Erick menyatakan bahwa penguatan sepak bola tidak cukup hanya bertumpu pada tim nasional dan kompetisi profesional. Menurutnya, pembinaan di daerah melalui Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI harus menjadi fokus berikutnya.

Karena itu, Kongres Biasa PSSI 2026 menekankan penguatan peran Asprov sebagai fondasi utama pembinaan sepak bola nasional. PSSI juga berencana memberikan kewenangan lebih besar kepada Asprov dalam mengelola kompetisi daerah.

"Setelah liga berjalan baik dan tim nasional menunjukkan perkembangan, sekarang justru Asprov PSSI yang harus menjadi ujung tombak pembinaan ke depan," ujar Erick.

Ia menambahkan, berbagai kompetisi antarkabupaten, antarkota, hingga antardaerah nantinya akan dikelola bersama oleh Asprov dan pemerintah daerah guna memperkuat piramida pembinaan sepak bola Indonesia.

"Dengan demikian, piramida pembinaan akan terbentuk: tim nasional kuat, liga kuat, dan Asprov juga kuat dalam menjalankan pembinaan," tuturnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement