Erick menilai perkembangan liga menjadi modal penting bagi kemajuan sepak bola nasional. Bahkan, ia menyebut kompetisi sepak bola saat ini merupakan liga olahraga dengan nilai ekonomi terbesar di Indonesia.
"Setelah tiga tahun terakhir, liga kita sudah berkembang dengan pendapatan mencapai Rp705 miliar. Saya rasa ini merupakan liga olahraga terbesar di Indonesia. Tidak ada liga olahraga lain yang memiliki pendapatan sebesar itu," katanya.
Meski demikian, Erick menyatakan bahwa penguatan sepak bola tidak cukup hanya bertumpu pada tim nasional dan kompetisi profesional. Menurutnya, pembinaan di daerah melalui Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI harus menjadi fokus berikutnya.
Karena itu, Kongres Biasa PSSI 2026 menekankan penguatan peran Asprov sebagai fondasi utama pembinaan sepak bola nasional. PSSI juga berencana memberikan kewenangan lebih besar kepada Asprov dalam mengelola kompetisi daerah.
"Setelah liga berjalan baik dan tim nasional menunjukkan perkembangan, sekarang justru Asprov PSSI yang harus menjadi ujung tombak pembinaan ke depan," ujar Erick.