Sertifikasi tersebut tertunda karena Boeing menghadapi peningkatan pengawasan setelah dua kecelakaan yang melibatkan Max 8 yang menewaskan 346 orang pada 2018 dan 2019.
Sejak kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia, FAA telah merombak cara mereka mensertifikasi pesawat Boeing. Mereka mengatakan pengawasan ketat terhadap perusahaan akan berlanjut setelah persetujuan Max 7.
Sebelum menyetujui pesawat tersebut, FAA mengatakan, mereka meminta Boeing untuk melakukan beberapa perubahan aspek keselamatan, termasuk memperbarui perangkat lunak kontrol penerbangan, meningkatkan peringatan kokpit untuk pilot, dan mendesain ulang sistem mesin untuk mencegah panas berlebih.
Inspektur keselamatan akan tetap berada di fasilitas produksi Boeing untuk memantau proses manufaktur, termasuk mengamati sistem manajemen keselamatan perusahaan dan budaya keselamatan secara keseluruhan.
Pesawat Max 7 diperkirakan akan digunakan terutama pada rute jarak pendek dan menengah. Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Southwest Airlines, memiliki pesanan yang belum dipenuhi untuk pesawat ini. (Wahyu Dwi Anggoro)