Menurut sejumlah pejabat Teluk, penandatanganan kesepakatan pendanaan rekonstruksi sebelum perjanjian damai akan berisiko karena Iran dapat menargetkan fasilitas baru.
"Strategi ini penuh dengan risiko," kata Analis Trends US Bilal Saab.
Sejak perang antara AS dan Iran dimulai pada Februari, rudal dan drone Iran telah menyerang puluhan kilang, ladang minyak, dan terminal ekspor gas di Teluk. Total biaya perbaikan diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar. (Wahyu Dwi Anggoro)