sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trump Bakal Jatuhkan Bom di Iran Jika Tidak Menyukai Kesepakatan Damai

News editor Kunthi Fahmar Sandy
18/06/2026 07:55 WIB
Trump memperingatkan bahwa AS dapat melanjutkan serangan terhadap Iran jika ia tidak menyukai kesepakatan tersebut.
Trump Bakal Jatuhkan Bom di Iran Jika Tidak Menyukai Kesepakatan Damai (FOTO:iNews Media Group)
Trump Bakal Jatuhkan Bom di Iran Jika Tidak Menyukai Kesepakatan Damai (FOTO:iNews Media Group)

Di sisi lain, harga minyak telah menghentikan penurunan tajamnya selama beberapa hari usai komentar Trump, tetapi akhirnya berbalik turun dalam sesi tersebut. 

Kontrak berjangka minyak mentah Brent yang berakhir pada bulan Agustus turun 0,2 persen pada sesi sebelumnya untuk pertama kalinya sejak Maret sehingga meredakan kekhawatiran inflasi.

Pada pertemuan puncak yang sama, Trump ditanya seberapa yakinnya dia bahwa penandatanganan hari Jumat akan terjadi, dan dia menjawab: "Saya pernah terlibat dalam kesepakatan yang 100 persen pasti dan ternyata tidak terjadi. Saya pernah terlibat dalam kesepakatan yang tidak mungkin diselesaikan, dan ternyata terjadi. Jadi Anda tidak pernah tahu dengan kesepakatan. Saya pikir itu akan selesai. Mereka ingin menandatangani. Mereka ingin kembali ke kehidupan normal," tuturnya.

Presiden mengulangi sebagian besar poinnya tentang kesepakatan tersebut pada konferensi pers terakhir di KTT tersebut. "Pada hari Minggu, kami mencapai kesepakatan dengan Iran yang mencapai semua yang ingin kami capai, mengakhiri konflik saat ini, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," katanya.

Sementara itu, laporan media telah mengumumkan detail MoU AS-Iran. Kesepakatan tersebut merupakan kerangka kerja 14 poin yang berpusat pada gencatan senjata permanen, termasuk di Lebanon, pencabutan blokade angkatan laut Amerika terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, dan pembukaan blokade Selat Hormuz.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement