Pasal-pasal lain dalam pakta tersebut mengatur kerja sama industri pertahanan dan koordinasi militer, dengan tujuan menangkal berbagai ancaman.
Pasal-pasal tersebut, antara lain, mewajibkan negara-negara anggota untuk melaksanakan pelatihan bersama, melakukan inovasi teknologi, serta berbagi sumber daya logistik dan intelijen.
Draf yang disetujui oleh parlemen Turki ini mengikat negara-negara anggota dalam pakta tersebut selama 10 tahun, setelah periode itu berakhir, mereka diperbolehkan untuk mengundurkan diri.
Pakta ini juga membuka peluang bagi negara lain untuk bergabung, dengan syarat mendapatkan persetujuan dari anggota-anggota yang sudah ada. Suriah telah menyatakan ketertarikannya.
Meskipun parlemen telah memberikan ratifikasi, bukan berarti pengerahan pasukan Turki ke Arab Saudi akan otomatis terjadi di tengah serangan kelompok Houthi.