IDXChannel - Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Sabtu menyatakan bahwa Iran telah menyerang sebuah kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) saat kapal tersebut melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Kantor berita negara UEA WAM menyatakan, pihak ADNOC membeberkan bahwa tidak ada laporan mengenai korban luka dan situasi saat ini terkendali.
Dilansir dari laman Reuters Minggu (16/8/2026), Kementerian Luar Negeri UEA mendesak Teheran untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai serangan tanpa provokasi, mengakhiri permusuhan, dan membuka kembali jalur perairan sepenuhnya.
Meski demikian, belum ada komentar langsung dari Iran. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang melintasi selat tersebut jika kapal-kapal itu terkait dengan pihak lawan Teheran atau tidak mematuhi arahan Iran.
Serangan ini merupakan insiden ketiga yang melibatkan kapal milik ADNOC dalam waktu kurang dari sepekan, dan UEA juga menuduh Iran berada di balik insiden-insiden sebelumnya.
Anwar Gargash, Penasihat Diplomatik Presiden UEA menyebut bahwa Abu Dhabi akan mempertahankan kedaulatan dan kepentingannya menyusul serangan berulang terhadap kapal-kapal ADNOC.
"Kami akan melindungi hak kami atas kebebasan navigasi sembari terus menempuh jalur dialog dan mengutamakan opsi diplomatik," ujar Gargash dalam sebuah unggahan di X.
Secara terpisah, badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya menuturkan pihaknya telah menerima laporan mengenai sebuah kapal pengangkut muatan curah (bulk carrier) yang dihantam proyektil tak dikenal di selat tersebut pada hari Jumat. Namun, belum dapat dipastikan apakah insiden itu melibatkan kapal ADNOC yang sama.
(kunthi fahmar sandy)