sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Usai Rapat KSSK, Pjs Gubernur BI Sebut Prabowo Minta Jaga Stabilitas Keuangan

News editor Binti Mufarida
27/07/2026 20:58 WIB
Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) di Istana
Usai Rapat KSSK, Pjs Gubernur BI Sebut Prabowo Minta Jaga Stabilitas Keuangan (FOTO:iNews Media Group)
Usai Rapat KSSK, Pjs Gubernur BI Sebut Prabowo Minta Jaga Stabilitas Keuangan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). 

Diketahui, dalam ratas tersebut juga dihadiri Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), juga BPI Danantara.

“Tadi kami membahas arahan dari Pak Presiden juga bahwa kami yang diundang ini KSSK ya. KSSK Plus, ada Danantara tadi,” kata Destry usai ratas kepada awak media.

Menurutnya, Presiden Prabowo meminta seluruh anggota KSSK meningkatkan sinergi dalam menyusun dan menjalankan berbagai kebijakan yang saling berkaitan, sehingga setiap langkah yang diambil dapat berjalan selaras.

“Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus di dalam KSSK-nya juga terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama. Khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita ada kebijakan yang harus kita koordinasikan,” ujarnya.

Selain memperkuat koordinasi, Destry mengatakan KSSK juga diminta mendukung pelaksanaan arah kebijakan pemerintah agar target pembangunan dan program prioritas nasional dapat berjalan optimal.

“Kemudian, juga tentunya kita bersama-sama juga akan men-support, KSSK juga men-support pemerintah sesuai dengan arah kebijakan yang memang sudah menjadi garis dari pemerintah, capaian pemerintah,” katanya.

Dia menambahkan, setiap institusi anggota KSSK akan mengoptimalkan perannya masing-masing, baik Bank Indonesia, OJK, LPS, maupun Kementerian Keuangan, sehingga koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dapat semakin efektif.

“Jadi intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing Bank Indonesia apa yang bisa dilakukan, dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan,” kata Destry.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement