“Berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional perlu kita identifikasi sejak dini. Dari situ kita dapat melihat persoalan dari berbagai sisi, mengantisipasi risiko sejak dini, dan menyiapkan pertimbangan yang dapat melengkapi langkah pemerintah,” ujar Agum.
Sementara itu, Bidang Kesejahteraan Sosial, Agama, dan Budaya yang dipimpin Pratikno mendalami berbagai persoalan sosial, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Pembahasan turut memberikan perhatian pada penguatan karakter dan jati diri bangsa, persatuan nasional, serta keragaman kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Adapun Bidang Ekonomi dan Keuangan yang diketuai Chairul Tanjung mendalami berbagai tantangan perekonomian nasional, termasuk penguatan kedaulatan ekonomi, tata kelola sumber daya alam, dan sektor maritim.
Wakil Ketua Wantimpres, Muhammad Hatta Rajasa, yang mewakili Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Chairul Tanjung, menyampaikan bahwa pembahasan bidang tersebut turut memberikan perhatian pada penguatan kedaulatan ekonomi nasional, termasuk tata kelola sumber daya alam dan sektor maritim.
“Diperlukan langkah-langkah strategis dan fundamental dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Transformasi yang dilakukan harus tetap mengacu pada prinsip penguatan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel,” ujar Hatta dalam Rapat Pleno Keempat.