sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Waspada Infeksi Leptospirosis Pascabanjir, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai

News editor Annastasya Rizqa
27/01/2026 16:54 WIB
Dalam kondisi banjir yang notabene membuat lingkungan lembab dan mempermudah penyebaran bakteri, infeksi leptospirosis sering meningkat.
Waspada Infeksi Leptospirosis Pascabanjir, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai. (Foto: Istimewa)
Waspada Infeksi Leptospirosis Pascabanjir, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai. (Foto: Istimewa)

IDXChannelBanjir yang melanda sejumlah Jakarta patut diwaspadai. Selain masalah keselamatan penghuni rumah, banjir juga berpeluang membawa masalah kesehatan. Salah satunya infeksi Leptospirosis

Saat banjir, air menyapu semua permukaan. Air meluap dari tanggul, sungai, drainase, dan selokan, lalu keluar ke jalanan. Air yang membanjiri jalanan dan memasuki bangunan rumah warga bukanlah air bersih. 

Dalam kondisi banjir yang notabene membuat lingkungan lembab dan mempermudah penyebaran bakteri, infeksi leptospirosis sering meningkat. Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri leptospira. 

Penyakit ini termasuk zoonosis, yakni penyakit yang transmisinya terjadi melalui penularan dari hewan ke manusia. Leptospirosis sendiri merupakan infeksi bakteri yang ditularkan melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus. 

Bakteri Leptospira dapat mencemari air, tanah, dan lumpur, lalu masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut. Jadi saat Anda terjebak banjir, jangan sesekali membasuh wajah dengan air banjir. 

Melansir Cleveland Clinic (27/1/2026), infeksi Leptospirosis umum terjadi di negara-negara tropis dengan curah hujan tinggi seperti Oceania, Asia Tenggara, Karibia, Sub-sahara Afrika, dan Amerika Latin. 

Sebetulnya, penularannya tak hanya terjadi saat banjir saja. Anda juga bisa tertular usai beraktivitas dalam air terbuka seperti rafting, benerang, mendayung, dan sebagainya. Namun hujan lebat dan banjir meningkatkan risiko penularan Leptospirosis. 

Berikut lima gejala leptospirosis yang paling umum dan perlu diwaspadai: 

1. Demam Tinggi Mendadak

Gejala pertama yang harus diwaspadai adalah demam tinggi yang mendadak dialami penderitanya. 

Gejala leptospirosis yang paling sering muncul adalah demam tinggi secara tiba-tiba. Suhu tubuh bisa mencapai lebih dari 38°C dan biasanya disertai menggigil serta rasa lemas.

2. Nyeri Otot, Terutama di Betis

Gejala selanjutnya adalah nyeri pada otot. Nyeri otot merupakan ciri khas leptospirosis, terutama pada bagian betis dan punggung. Rasa nyeri bisa cukup berat hingga menyulitkan penderita untuk berjalan.

3. Sakit Kepala dan Mata Merah

Sakit kepala hingga mata merah juga bisa menjadi tanda gejala penyakit infeksi leptospirosis. Penderita leptospirosis sering mengalami sakit kepala hebat disertai mata merah tanpa kotoran. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pembuluh darah kecil.

4. Mual, Muntah, dan Gangguan Pencernaan

Masalah pencernaan hingga mual juga merujuk pada gejala leptospirosis. Gejala leptospirosis juga dapat berupa mual, muntah, diare, dan penurunan nafsu makan. Gejala ini sering membuat penderita mengira hanya mengalami gangguan lambung biasa.

5. Kulit dan Mata Menguning

Satu lagi masalah pada kulit dan mata. Pada kasus yang lebih berat, leptospirosis dapat menyebabkan penyakit kuning, ditandai dengan kulit dan bagian putih mata menguning. Gejala ini menandakan adanya gangguan pada hati dan memerlukan penanganan medis segera.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement