sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Waspada Infeksi Leptospirosis Pascabanjir, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai

News editor Annastasya Rizqa
27/01/2026 16:54 WIB
Dalam kondisi banjir yang notabene membuat lingkungan lembab dan mempermudah penyebaran bakteri, infeksi leptospirosis sering meningkat.
Waspada Infeksi Leptospirosis Pascabanjir, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai. (Foto: Istimewa)
Waspada Infeksi Leptospirosis Pascabanjir, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai. (Foto: Istimewa)

Melansir Cleveland Clinic (27/1/2026), infeksi Leptospirosis umum terjadi di negara-negara tropis dengan curah hujan tinggi seperti Oceania, Asia Tenggara, Karibia, Sub-sahara Afrika, dan Amerika Latin. 

Sebetulnya, penularannya tak hanya terjadi saat banjir saja. Anda juga bisa tertular usai beraktivitas dalam air terbuka seperti rafting, benerang, mendayung, dan sebagainya. Namun hujan lebat dan banjir meningkatkan risiko penularan Leptospirosis. 

Berikut lima gejala leptospirosis yang paling umum dan perlu diwaspadai: 

1. Demam Tinggi Mendadak

Gejala pertama yang harus diwaspadai adalah demam tinggi yang mendadak dialami penderitanya. 

Gejala leptospirosis yang paling sering muncul adalah demam tinggi secara tiba-tiba. Suhu tubuh bisa mencapai lebih dari 38°C dan biasanya disertai menggigil serta rasa lemas.

2. Nyeri Otot, Terutama di Betis

Gejala selanjutnya adalah nyeri pada otot. Nyeri otot merupakan ciri khas leptospirosis, terutama pada bagian betis dan punggung. Rasa nyeri bisa cukup berat hingga menyulitkan penderita untuk berjalan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement