Melansir Cleveland Clinic (27/1/2026), infeksi Leptospirosis umum terjadi di negara-negara tropis dengan curah hujan tinggi seperti Oceania, Asia Tenggara, Karibia, Sub-sahara Afrika, dan Amerika Latin.
Sebetulnya, penularannya tak hanya terjadi saat banjir saja. Anda juga bisa tertular usai beraktivitas dalam air terbuka seperti rafting, benerang, mendayung, dan sebagainya. Namun hujan lebat dan banjir meningkatkan risiko penularan Leptospirosis.
Berikut lima gejala leptospirosis yang paling umum dan perlu diwaspadai:
1. Demam Tinggi Mendadak
Gejala pertama yang harus diwaspadai adalah demam tinggi yang mendadak dialami penderitanya.
Gejala leptospirosis yang paling sering muncul adalah demam tinggi secara tiba-tiba. Suhu tubuh bisa mencapai lebih dari 38°C dan biasanya disertai menggigil serta rasa lemas.
2. Nyeri Otot, Terutama di Betis
Gejala selanjutnya adalah nyeri pada otot. Nyeri otot merupakan ciri khas leptospirosis, terutama pada bagian betis dan punggung. Rasa nyeri bisa cukup berat hingga menyulitkan penderita untuk berjalan.