IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi dana riset nasional menjadi Rp12 triliun per tahun. Tambahan anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat riset strategis guna mengejar swasembada pangan hingga energi, serta mendukung industrialisasi dan hilirisasi nasional, termasuk pengembangan waste to energy.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat kepada rektor serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, sebelumnya dana riset perguruan tinggi hanya sebesar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dalam pertemuan ada beberapa hal yang disampaikan kepada Bapak Presiden. Salah satunya dana riset di perguruan tinggi yang nilainya hanya Rp8 triliun. Oleh karena itulah, Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun," kata Prasetyo.
Dengan total dana riset nasional menjadi Rp12 triliun per tahun, diharapkan mampu memperkuat riset di seluruh universitas, termasuk melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan bahwa Prabowo juga memberikan penekanan agar riset-riset yang didanai difokuskan pada beberapa sektor prioritas yakni swasembada pangan, swasembada energi, kemudian menyiapkan industrialisasi dan hilirisasi.
Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyatakan penambahan dana riset merupakan bukti nyata besarnya perhatian Presiden terhadap dunia akademik dan riset.
"Itu suatu bukti dan gambaran betapa bapak presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi kepada seluruh peneliti dan guru besar untuk memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa," ujar Brian.
Tambahan dana riset tersebut berlaku untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Terkait fokus penggunaan dana, Brian menjelaskan bahwa riset akan diarahkan untuk mendukung pembangunan industri strategis nasional.
"Sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri di mana Danantara akan menjadi lokomotif-nya, mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral pangan dan sebagainya, ada 18 proyek strategis," kata dia.
(NIA DEVIYANA)