“Kami memang masih baru, sehingga strategi utama kami tetap menjadi pemimpin di sektor perumahan, khususnya pembiayaan KPR syariah. Di saat yang sama, kami juga berupaya meningkatkan kualitas finansial melalui diversifikasi portofolio pembiayaan,” kata Penta.
Selain pembiayaan emas, BSN yang sejak 22 Desember 2025 resmi beroperasi sebagai bank umum syariah ini juga mengembangkan pembiayaan multiguna dan multijasa berbasis payroll sebagai bagian dari strategi memperluas layanan konsumer.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam terhadap produk pembiayaan berbasis prinsip syariah.
“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada KPR, tetapi juga merambah ke pembiayaan non-KPR, seperti pembiayaan emas dan cicil emas, serta pembiayaan multiguna dan multijasa sesuai prinsip syariah,” tuturnya.
Terkait target pembiayaan konsumer sebesar Rp1 triliun yang dipatok untuk 2026, Penta mengatakan bahwa target tersebut masih dalam proses pengkajian dan review bersama Regulator.