UEA meyakini, dengan membantu komunitas bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga fondasi penting dalam membangun kemitraan internasional dan persaudaraan umat manusia.
Dubes UEA juga menyoroti eratnya hubungan kedua negara yang dibangun atas dasar saling menghormati, nilai bersama, dan hubungan antar masyarakat yang kuat. Kerja sama Indonesia dan UEA terus berkembang di berbagai bidang, didorong oleh kepemimpinan kedua negara dan visi bersama untuk kemakmuran, toleransi, serta pelayanan kemanusiaan.
“Hadiah Ramadan ini menjadi bukti kedalaman hubungan persaudaraan kita dan komitmen bersama untuk mempromosikan toleransi, hidup berdampingan, dan kemurahan hati,” katanya.
Sekadar informasi, 30 ton kurma tersebut tiba di Indonesia melalui Bandara Kargo Soekarno-Hatta pada Senin 23 Februari 2026. Setibanya di Tanah Air, hadiah langsung ditinjau dan dicek oleh Kepala Biro Umum Kementerian Agama, Aceng Abdul Aziz, untuk memastikan kelengkapan dan kesiapan distribusi kepada masyarakat.
(Dhera Arizona)