sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wamenhaj Imbau Jamaah Umrah Tidak Gunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia

Syariah editor Kunthi Fahmar Sandy
27/10/2026 04:35 WIB
Wamenhaj mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi.
Wamenhaj Imbau Jamaah Umrah Tidak Gunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia (FOTO:Dok Laman Kemenhaj)
Wamenhaj Imbau Jamaah Umrah Tidak Gunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia (FOTO:Dok Laman Kemenhaj)

IDXChannel — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi. 

Selain untuk menjaga keamanan perjalanan, pilihan tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui optimalisasi penggunaan maskapai Indonesia.

Wamenhaj menyampaikan, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, hingga Senin (26/10/2026) masih dalam kondisi baik dalam konteks penyelenggaraan ibadah umrah.

Kementerian Haji dan Umrah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan situasi.

“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Wamenhaj dikutip Senin (26/10/2026).

Di tengah perkembangan tersebut, Kemenhaj mengimbau jamaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mengutamakan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah dibandingkan menggunakan penerbangan transit melalui negara lain.

“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jamaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” katanya.

Untuk menindaklanjuti imbauan tersebut, Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi PPIU agar pelaku usaha perjalanan turut mempertimbangkan aspek keamanan sekaligus dampak ekonomi dari pilihan rute penerbangan.

“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Wamenhaj.

Menurutnya, penggunaan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura oleh jamaah umrah Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 70 ribu orang. Jumlah tersebut menjadi potensi bagi penguatan industri penerbangan nasional apabila perjalanan jamaah dapat diarahkan menggunakan maskapai Indonesia.

“Jamaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.

Wamenhaj menegaskan, penguatan maskapai nasional harus disertai peningkatan kualitas pelayanan dan harga yang kompetitif. Garuda Indonesia dan Lion Air diharapkan mampu memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.

“Garuda dan Lion harus melakukan perbaikan layanan mereka. Mendorong mereka agar menguasai pasar dalam negeri, harus kompetitif bersaing di luar negeri,” ujar Wamenhaj.

Dalam mendorong peningkatan layanan tersebut, Kemenhaj menghadirkan jajaran pimpinan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura untuk membahas pelayanan penerbangan umrah, termasuk perbaikan layanan di terminal haji dan umrah.

“Garuda dan Lion harus meningkatkan layanan dan harga harus kompetitif. Makanya kami hadirkan dirut Garuda, Lion, dan Angkasa Pura,” katanya.

Kemenhaj juga mengimbau perbaikan layanan di Terminal 2 yang digunakan untuk penerbangan haji dan umrah. Peningkatan pelayanan di bandara menjadi bagian dari upaya memastikan perjalanan jamaah berlangsung lebih nyaman dan tertib.

Selain aspek penerbangan, Wamenhaj menyoroti sejumlah hak penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang masih terhambat, khususnya terkait pengembalian dana atau refund. Kemenhaj akan memberikan asistensi untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.

“Banyak juga hak-hak PPIU yang terhambat terkait refund. Kami akan asistensi,” ujarnya.

Wamenhaj turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kerja sama dalam penyelenggaraan ibadah umrah. 

Pemerintah Indonesia, ingin memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kita ingin pastikan jemaah yang berangkat pulang aman,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan kedaulatan ekonomi sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto juga perlu diterapkan dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Penggunaan penerbangan langsung dengan maskapai nasional menjadi salah satu langkah untuk menjaga keamanan perjalanan sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

“Presiden Prabowo ingin kedaulatan ekonomi, terkait umrah dan haji juga harus begitu. Direct aman dari sisi penerbangan dan menguatkan kedaulatan ekonomi,” kata Wamenhaj.

Kemenhaj terus mendorong koordinasi dengan asosiasi PPIU, maskapai penerbangan, dan pengelola bandara untuk meningkatkan kualitas layanan serta memastikan penyelenggaraan umrah berjalan aman dan memberikan manfaat bagi jamaah maupun perekonomian nasional.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement