IDXChannel - China meningkatkan pengawasan terhadap ekspor indium, salah satu bahan baku chip kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Investing pada Sabtu (20/6/2026), sejumlah pembeli khawatir China akan membatasi ekspor indium dalam waktu dekat.
China memproduksi hampir 70 persen indium di dunia. Logam ini merupakan produk sampingan dari pemurnian seng
Indium merupakan bahan baku untuk membuat indium fosfida, yang digunakan untuk membuat chip optik berkecepatan tinggi untuk pusat data AI.
Beijing telah memasukkan indium fosfida ke dalam daftar kontrol ekspor sejak Februari 2025. Pembatasan tersebut telah menjadi hambatan yang cukup besar bagi pembangunan pusat data AI generasi berikutnya.
Meskipun indium tidak ada dalam daftar kontrol ekspor, dua pembeli mengatakan kepada Reuters tentang meningkatnya pengawasan terhadap pembelian logam tersebut oleh otoritas bea cukai di China.
Untuk pertama kalinya tahun ini, seorang pembeli asal Eropa diminta untuk mengungkapkan informasi tentang pengguna akhir, termasuk di mana mereka berlokasi.
Seorang pembeli asal Amerika Utara mengatakan jangka waktu proses persetujuan telah bertambah dari sehari yang sama menjadi beberapa hari. Pembeli ini belum diminta informasi tambahan oleh bea cukai.
Proses yang lebih ketat ini tidak dialami semua pembeli. Dua pembeli lain mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mendengar tentang pemeriksaan tambahan tetapi belum mengalaminya sendiri.
Indium telah diidentifikasi sebagai potensi kerentanan bagi Amerika Serikat (AS), yang Badan Logistik Pertahanannya awal tahun ini mengajukan proposal untuk menimbun hingga 403 ton material tersebut dalam waktu tiga tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)