Laporan tersebut menambahkan bahwa para eksekutif Tesla juga menjajaki pengembangan sistem yang terpisah, guna membatasi akses karyawan yang berbasis di China ke operasi global Tesla.
Gigafactory Tesla di Shanghai, fasilitas produksi terbesar perusahaan, memiliki kapasitas produksi tahunan lebih dari 950.000 kendaraan.
Pabrik tersebut mengekspor kendaraan ke sejumlah pasar internasional termasuk Eropa, Kanada, dan Australia
China adalah pasar terbesar kedua Tesla setelah AS, meskipun persaingan dari produsen kendaraan listrik domestik seperti BYD semakin intensif.
Tesla juga merupakan produsen mobil asing pertama yang diizinkan beroperasi di China tanpa mitra usaha patungan lokal. Pabrik Tesla di Shanghai didukung oleh lebih dari 400 pemasok lokal. (Wahyu Dwi Anggoro)