Moolenaar juga menyampaikan kekhawatiran tentang rencana produsen mobil tersebut untuk membangun pusat data senilai USD3 miliar yang memproduksi baterai dengan teknologi dari perusahaan China, CATL.
Produsen mobil Amerika Utara telah mengurangi investasi di sektor EV, setelah kesulitan untuk bersaing dengan rival asal China dan kehilangan insentif pajak. (Wahyu Dwi Anggoro)