Perubahan ini juga berarti pihak sekolah tidak dapat memberikan akses Google Search kepada siswa tanpa menyertakan fitur-fitur AI di dalamnya.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, baru-baru ini menuduh Google berupaya menggunakan kekuatan monopolinya untuk memaksakan penggunaan AI di sekolah-sekolah.
"Tidak boleh ada perusahaan yang memiliki kekuasaan untuk mendikte bagaimana kita mendidik anak-anak kita," katanya di media sosial.
Dalam sebuah pernyataan di platform X, Google menyatakan kebijakan baru ini merupakan bentuk dukungan bagi sekolah.
"Kami memahami adanya kekhawatiran mengenai siswa yang menggunakan AI untuk mempermudah pengerjaan tugas sekolah secara instan, dan pihak sekolah telah menyampaikan kepada kami bahwa mereka menginginkan kendali atas hal tersebut," ujar Google. (Wahyu Dwi Anggoro)