IDXChannel – Antusiasme investor Jepang terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX milik Elon Musk membludak. Nilai permintaan dari investor Negeri Sakura disebut menembus lebih dari 1 triliun yen atau sekitar USD6,2 miliar, menjadikan Jepang sebagai salah satu kontributor terbesar dalam IPO terbesar sepanjang sejarah tersebut.
Mengutip Reuters, Minggu (14/6/2026), dua sumber yang mengetahui proses penawaran tersebut menyebut mayoritas permintaan berasal dari investor ritel. Namun, keduanya menolak diidentifikasi karena tidak memiliki kewenangan untuk berbicara kepada publik mengenai proses IPO.
Meski permintaan mencapai lebih dari 1 triliun yen, investor Jepang pada akhirnya hanya memperoleh alokasi saham senilai USD2,2 miliar, berdasarkan dokumen keterbukaan yang dirilis pada Jumat.
Tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) dari Jepang disebut sejalan dengan tingginya minat investor global terhadap perusahaan roket dan komunikasi satelit milik Elon Musk tersebut.
SpaceX sendiri berhasil menghimpun dana sebesar USD75 miliar dalam IPO-nya, menjadikannya sebagai penawaran saham terbesar yang pernah terjadi di dunia. Secara keseluruhan, IPO ini menarik permintaan investor global hingga mencapai USD250 miliar, menurut laporan Reuters sebelumnya.
Di Jepang, Mizuho Securities USA, unit usaha dari Mizuho Financial Group, bertindak sebagai satu-satunya penjamin emisi untuk pasar Jepang. Meski enggan mengomentari total permintaan investor domestik, juru bicara Mizuho Securities mengungkapkan tingginya minat nasabah terhadap saham SpaceX.
Berdasarkan survei internal perusahaan, terdapat lebih dari 1.000 nasabah di Jepang yang mengajukan pemesanan saham dengan nilai di atas 100 juta yen atau sekitar USD624.500. Bahkan, sejumlah investor tercatat mengajukan pemesanan dengan nilai lebih dari 10 miliar yen.
Lonjakan minat tersebut juga tercermin dari peningkatan pembukaan rekening baru. Mizuho Securities mencatat jumlah permohonan pembukaan akun pada sepertiga pertama Juni meningkat empat kali lipat dibandingkan rata-rata bulanan dalam 12 bulan terakhir.
Salah satu faktor yang mendorong tingginya partisipasi investor ritel adalah besarnya porsi alokasi yang disediakan untuk mereka. Dalam IPO ini, SpaceX mengalokasikan hingga 30% saham untuk investor ritel, jauh lebih besar dibandingkan praktik umum di banyak penawaran saham besar.
Investor masih berpeluang memperoleh tambahan alokasi apabila para penjamin emisi menggunakan opsi greenshoe, yakni hak untuk menjual saham tambahan. Keputusan terkait opsi tersebut umumnya ditetapkan dalam waktu 30 hari setelah IPO.
Sebagai informasi, dengan kurs USD1 setara 160,14 yen, permintaan investor Jepang yang melampaui 1 triliun yen tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis SpaceX di tengah dominasi perusahaan itu dalam industri peluncuran roket dan layanan internet satelit global.
(Shifa Nurhaliza Putri)