Dalam unggahan blognya, perusahaan menyebut telah menjadi target peretasan yang "berbeda dari apa pun yang pernah ditangani sebelumnya" karena "digerakkan secara penuh oleh sistem agen AI otonom."
Melalui platform X, Co-founder Hugging Face, Clement Delangue, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal sudah curiga peretasan ini berasal dari laboratorium AI terkemuka mengingat tingginya tingkat kecanggihan agen tersebut.
"Ternyata benar! Sangat mencengangkan bahwa semua ini terjadi secara otonom," kata Delangue.
Pengakuan OpenAI bahwa model canggihnya bertanggung jawab atas peretasan tersebut—meskipun sebelumnya diklaim telah ditempatkan di "lingkungan yang sangat terisolasi"—kemungkinan besar akan memicu kekhawatiran publik terkait kekuatan dan risiko dari model AI mutakhir.
Anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Greg Casar, menyebut insiden ini sangat mengkhawatirkan.