Segmen Konektivitas menyumbang USD5,2 miliar (dibandingkan estimasi USD4,9 miliar), didorong oleh percepatan adopsi Starlink di kalangan konsumen serta perluasan kontrak dengan sektor perusahaan dan pemerintah. Pendapatan segmen Luar Angkasa mencapai USD1,8 miliar, melampaui target sebesar USD1,43 miliar.
"Meskipun terdengar gila, pendapatan SpaceX sebesar USD1 triliun pada tahun 2028 bukan lagi hal yang mustahil," ujar CEO Elon Musk dalam sebuah unggahan di media sosial setelah pengumuman kinerja keuangan tersebut seperti dikutip dari Investing, Rabu (21/10/2026).
Musk juga mengisyaratkan kemungkinan penggabungan (merger) antara SpaceX dan Tesla, seraya menyatakan bahwa masing-masing perusahaan telah membentuk komite independen khusus untuk menjajaki potensi penggabungan tersebut.
Kinerja keuangan SpaceX secara rinci sebagai berikut: EBITDA yang disesuaikan naik 306 persen secara tahunan menjadi USD8,8 miliar, jauh melampaui estimasi sebesar USD6,59 miliar. Laba operasional tercatat mencapai USD2,8 miliar—naik dari kerugian sebesar USD273 juta pada kuartal ketiga tahun 2025—mengalahkan perkiraan sebesar USD2,24 miliar.
Laba operasional segmen Konektivitas meningkat 99 persen secara tahunan menjadi USD2,4 miliar. Pencapaian operasional utama mencakup peluncuran muatan komersial pertama menggunakan Starship, yang berhasil menempatkan 26 satelit Starlink V3 ke orbit—menghasilkan kapasitas downlink per peluncuran yang kira-kira sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan Falcon 9.