"Ada karakternya masyarakat Indonesia, ketika sudah banyak di jalanan mereka baru lebih confidence. Nah sekarang ini belakangan dealer-dealer mengatakan malah lebih banyak (permintaan)," ungkap Luther.
"Karena sudah lihat ada yang mungkin merasakan langsung, sudah ke dealer. Jadi kita confidence ini akan berjalan lebih panjang. Bukan hanya karena ada penumpukan," lanjutnya.
Seiring meningkatnya penjualan, harga BYD Atto 1 untuk tipe terendah atau Dynamic naik dari Rp195 juta menjadi Rp199 juta. Hal ini disebabkan sejumlah faktor, terutama nilai tukar rupiah.
"Sudah naik ya yang (trim) bawah. Salah satunya memang karena kita masih berbasis impor itu adalah fluktuasi kurs. Nah kita harus pertimbangkan karena ini adalah model entry level. Kita juga harus sangat sensitif terhadap perubahan harga," ucap Luther.
(Febrina Ratna Iskana)