Transformasi ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30, termasuk melalui pilar unlock value dengan mempercepat monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti data center, tower, dan jaringan fiber.
Selain itu, pemisahan bisnis tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan investasi serta membuka peluang pengembangan bisnis melalui kemitraan strategis.
InfraNexia Perkuat Layanan Wholesale
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, penyelesaian spin-off menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal.
InfraNexia akan memperkuat sejumlah layanan utama, mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing.
Perusahaan juga mempercepat program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network untuk menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif.
“Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Semua ini kami jalankan dengan fokus utama kepada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan,” ujar Lukman.
Telkom menegaskan proses transaksi dilakukan secara seamless sehingga tidak berdampak terhadap layanan pelanggan. Seluruh proses juga dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
(Shifa Nurhaliza Putri)