AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

CEO Talk: Begini Cara Menjadikan Millennials Seorang Pemimpin

THE FOUNDER
Fahmi Abidin
Rabu, 07 November 2018 20:30 WIB
Menjadi pemimpin perusahaan di antara lintas generasi bukan perkara mudah terutama saat memimpin millennial.
CEO GE Indonesia Henry Satriago
CEO GE Indonesia Henry Satriago

IDXChannel - Menjadi pemimpin perusahaan di antara lintas generasi bukan perkara mudah terutama saat memimpin millennial. Layaknya pisau bermata dua, kadang membawa positive impact. Kadang membawa petaka.
.
Millennials sendiri merupakan sebutan bagi generasi anak muda dan berjiwa muda yang lahir antara 1982-1995. Lantas bagaimana cara mengelola kaum millennial?

Video Hendry Satriago berbicara pemimpin Millenials

Simon Sinek dalam TED Talk menjelaskan dengan begitu menarik seperti apa tingkah polah generasi itu. Mereka, yang berusia 23 - 36 tahun di 2018 ini, digambarkan sebagai pribadi yang narsistik, sulit diatur, egalitarian, banyak maunya, dan cepat bosan.

Meski demikian, para millennials juga memiliki banyak sifat positif yang cukup membanggakan, seperti memiliki pikiran terbuka, gesit, loyal pada value, meaning dan passion, serta kecepatan belajar, juga tentunya digital interconnectedness.
.
Lalu bagaimana pula caranya agar kehadiran para millennials ini jadi peluang, bukan ancaman? Arif Wibowo, mantan Presiden Direktur Garuda Indonesia, dalam acara CEO Talk: Leading Millennial, di Jakarta, (7/11) menyebutkan bahwa lingkungan millennial well connected sehingga mampu menganalisa dengan baik.
.
Oleh karena itu bagaimana melakukan pengelolaannya, ungkap Arif, ada dua yakni coaching melalui kompetensi dan karakter. Terakhir adalah memaksimalkan potensi dengan komunikasi lalu memberi kepercayaan dan kebebasan dengan tantangan yang selalu dinamis serta berintegritas. (IDXChannel.tv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD