AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

CEO Talk: Begini Cara Menjadikan Millennials Seorang Pemimpin

THE FOUNDER
Fahmi Abidin
Rabu, 07 November 2018 20:30 WIB
Menjadi pemimpin perusahaan di antara lintas generasi bukan perkara mudah terutama saat memimpin millennial.
CEO GE Indonesia Henry Satriago
CEO GE Indonesia Henry Satriago

IDXChannel - Menjadi pemimpin perusahaan di antara lintas generasi bukan perkara mudah terutama saat memimpin millennial. Layaknya pisau bermata dua, kadang membawa positive impact. Kadang membawa petaka.
.
Millennials sendiri merupakan sebutan bagi generasi anak muda dan berjiwa muda yang lahir antara 1982-1995. Lantas bagaimana cara mengelola kaum millennial?

Video Hendry Satriago berbicara pemimpin Millenials

Simon Sinek dalam TED Talk menjelaskan dengan begitu menarik seperti apa tingkah polah generasi itu. Mereka, yang berusia 23 - 36 tahun di 2018 ini, digambarkan sebagai pribadi yang narsistik, sulit diatur, egalitarian, banyak maunya, dan cepat bosan.

Meski demikian, para millennials juga memiliki banyak sifat positif yang cukup membanggakan, seperti memiliki pikiran terbuka, gesit, loyal pada value, meaning dan passion, serta kecepatan belajar, juga tentunya digital interconnectedness.
.
Lalu bagaimana pula caranya agar kehadiran para millennials ini jadi peluang, bukan ancaman? Arif Wibowo, mantan Presiden Direktur Garuda Indonesia, dalam acara CEO Talk: Leading Millennial, di Jakarta, (7/11) menyebutkan bahwa lingkungan millennial well connected sehingga mampu menganalisa dengan baik.
.
Oleh karena itu bagaimana melakukan pengelolaannya, ungkap Arif, ada dua yakni coaching melalui kompetensi dan karakter. Terakhir adalah memaksimalkan potensi dengan komunikasi lalu memberi kepercayaan dan kebebasan dengan tantangan yang selalu dinamis serta berintegritas. (IDXChannel.tv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD