BANKING

BSI (BRIS) Bidik 2 Juta Nasabah Baru di 2026

Kunthi Fahmar Sandy 12/02/2026 19:54 WIB

BSI mencatat kinerja solid, di mana hampir seluruh indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh diatas industri.

BSI (BRIS) Bidik 2 Juta Nasabah Baru di 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menargetkan 2 juta nasabah baru di akhir 2026.

"Kami optimistis tahun ini menargetkan penambahan 2 juta customer," kata Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Adapun sepanjang 2025, BSI mencatat kinerja solid, di mana hampir seluruh indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh diatas industri. 

Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah.

Dia mengatakan kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki perseroan sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem dan juga izin sebagai bullion bank.

‘’Terbukti dalam kurun waktu 8 bulan terakhir sejak BSI mendapat license Bullion Bank, kenaikan bisnis emas melesat di atas 100 persen", ujarnya. 

Cahyo mengatakan BSI mempelajari bahwa berdasarkan riset yang dipelajari BSI, tantangan terbesar bank syariah saat ini adalah adanya keberadaan fisik sebagai bentuk kehadiran bank syariah di publik serta produk yang mudah diakses masyarakat secara universal. 

Menjawab tantangan tersebut, dalam kurun waktu dua tahun terakhir BSI menyusun strategi transformasi digital di antaranya menyediakan 5.000 ATM/CRM di ruang publik, memperbanyak mesin EDC dan QR bekerja sama dengan merchant. 

Kehadiran physical branch di tempat strategis adalah dalam rangka meningkatkan awareness melalui physical branch di tempat-tempat strategis serta masuk ke segmen retail yang notabene memiliki preferensi literasi syariah dalam pemilihan produk finansial. ‘’Dulu jarang ada kita melihat keterwakilan bank syariah di public place. Jika ada ATM ditempatkan di cabang. Sekarang mesin ATM BSI berlokasi di tempat-tempat umum atau pusat keramaian," tuturnya.

Langkah yang ditempuh BSI terbukti efektif di mana Transformasi digital, penguatan kapasitas dan kapabilitas IT, peningkatan awareness dan inklusi produk syariah yang acceptable dan mudah seperti emas mampu mendorong kinerja perseroan tumbuh diatas industri. 

Sepanjang tahun 2025, peningkatan customer based mencapai 2 juta orang dengan kelolaan emas bullion sekitar 2 ton emas.

Bank Syariah Indonesia masuk melalui produk yang lebih inklusif salah satunya emas. Emas menjadi salah satu instrumen keuangan syariah yang mudah, universal dan investasi jangka panjang yang aman sehingga mudah diterima masyarakat. 

Untuk itu, BSI menggabungkan dua hal yakni IT dan uniqueness emas di dalam satu platform BYOND by BSI  di mana nasabah bisa membeli emas mulai dari Rp50 Ribuan atau sekitar 0,02 gram. 

"Inilah yang akan terus kami dorong sebagai literasi dan entry gate bahwa produk syariah itu kompetitif, sesuai kebutuhan dan mudah diakses," kata dia.

Selanjutnya Cahyo juga menyampaikan uniqueness BSI, tidak hanya transaksi finansial. BSI juga menyiapkan layanan sahabat sosial dan spiritual untuk nasabah yang ingin berbagi/donasi melalui program Kerjasama dengan LAZNAS. Hal inilah yang menjadi pembeda bahwa bank syariah memberikan one stop solution baik finansial maupun solusi berbuat baik kepada sesama.

Perubahan perilaku masyarakat yang mulai aware terhadap gaya hidup halal, manajemen keuangan sesuai syariah dan manfaat dari produk syariah juga menjadi kunci pertumbuhan melesat bank syariah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Dengan dukungan regulasi dan keberpihakan Pemerintah terhadap sistem ekonomi syariah mampu meningkatkan customer based dan market bank syariah. 

(kunthi fahmar sandy)

SHARE