China Tahan Suku Bunga Pinjaman Acuan 11 Bulan Beruntun
Suku bunga acuan pinjaman (LPR) satu tahun di China, yang merupakan patokan suku bunga pinjaman berbasis pasar, tercatat sebesar 3 persen.
IDXChannel - Suku bunga acuan pinjaman (LPR) satu tahun di China, yang merupakan patokan suku bunga pinjaman berbasis pasar, tercatat sebesar 3 persen pada Senin (20/4/2026), tidak berubah dari bulan sebelumnya.
LPR lima tahun, yang menjadi dasar penetapan suku bunga hipotek oleh banyak pemberi pinjaman, juga tidak berubah dari angka sebelumnya sebesar 3,5 persen.
China mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya selama 11 bulan berturut-turut. Beijing terus memantau dampak dari perang Timur Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi. Meredanya tekanan deflasi juga mengurangi urgensi pemerintah untuk bertindak.
Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 5,0 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Angkanya 0,5 poin persentase lebih tinggi daripada PDB pada kuartal IV-2025.
Dilansir dari Xinhua, LPR mencerminkan tingkat biaya pembiayaan untuk rumah tangga dan bisnis.
Suku bunga yang lebih rendah akan meringankan beban peminjam, sehingga mendorong peningkatan investasi dan konsumsi. Suku bunga pinjaman baru di China disebut relatif rendah.
Data menunjukkan bahwa pada Maret 2026, suku bunga rata-rata untuk pinjaman korporasi baru sekitar 3,1 persen, sekitar 25 basis poin lebih rendah dari tahun sebelumnya, sementara untuk pinjaman perumahan pribadi baru adalah 3,1 persen, 6 basis poin lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)