Deputi Gubernur BI Juda Agung Mengundurkan Diri, Ini Profil dan Rekam Jejak Kariernya
Juda Agung resmi menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berdasarkan Keputusan Presiden RI No.147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021.
IDXChannel - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Presiden Prabowo Subianto lantas mengajukan tiga nama calon Deputi Gubernur BI untuk mengisi kursi jabatan yang kosong tersebut. Salah satunya Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono.
Juda Agung resmi menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berdasarkan Keputusan Presiden RI No.147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021, dan mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan hingga 2027.
Dalam pernyataannya saat pelantikan, Juda menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Gubernur dan seluruh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional. Fokus utamanya mencakup isu digitalisasi, pengembangan UMKM, peningkatan inklusi keuangan, serta penanganan perubahan iklim.
Selain itu, Juda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah serta otoritas lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilansir dari berbagai sumber, Senin (19/1/2026), Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Setelah menempuh pendidikan di bidang Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987.
Kemudian, Juda melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan mendapatkan gelar Master di bidang Money Banking and Finance pada 1995. Juda juga melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan mendapatkan gelar PhD di bidang Economics pada 1999.
Awal kariernya, dia melaksanakan tugas pertamanya di Bank Indonesia (BI) sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Mulanya, dia ditempatkan di kantor perwakilan London pada 1992-1999.
Kemudian selama tiga tahun yakni pada 1999-2002, dia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Kemudian pada 2002-2003, Juda menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Setelah itu, dia pun menjadi analis Senior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Selanjutnya, pada 2006-2008, Juda diangkat menjadi Kepala Bagian Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter dan bertugas di International Monetary Fund (IMF).
Pada 2012 hingga 2013, dia merupakan Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Kemudian pada 2013 hingga 2013, dia menjadi Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Pada Februari 2014, Gubernur BI Agus D W Martowardojo melantik Juda sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter.
Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Juda menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial periode 2020-2022. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Internasional Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat (AS) periode 2017-2019.
(Dhera Arizona)