BANKING

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga pada Pertemuan Pertama 2026

Wahyu Dwi Anggoro 26/01/2026 11:23 WIB

Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah ketika bertemu minggu ini.

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga pada Pertemuan Pertama 2026. (Foto: AP)

IDXChannel - Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah ketika bertemu minggu ini.

Dilansir dari AFP pada Senin (26/1/2026), Bank Sentral Amerika Serikat (AS) berupaya menjaga independensi di tengah tekanan dari Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga lebih sering.

The Fed telah memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut sejak September karena pasar tenaga kerja melemah, sehingga suku bunga berada di kisaran antara 3,50 persen dan 3,75 persen.

Namun, Ketua The Fed Jerome Powell telah memberi sinyal bahwa suku bunga kemungkinan tidak berubah pada Januari. Petinggi The Fed akan bertemu pada Selasa dan Rabu pekan ini.

"Fakta bahwa pertumbuhan kuat, pengangguran rendah, pasar saham mendekati level tertinggi sepanjang masa, dan inflasi di atas target semuanya menunjukkan perlunya jeda," kata analis ING.

"Pembelaan Powell yang kuat terhadap independensi The Fed sebagai respons terhadap tekanan berkelanjutan dari Trump untuk menurunkan suku bunga menegaskan hal ini," kata mereka.

 Pada 11 Januari, Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman sedang menyelidikinya terkait renovasi kantor pusat The Fed senilai USD2,5 miliar.

Ia mengecam ancaman tuntutan pidana sebagai akibat dari kebijakan para pembuat kebijakan yang menetapkan suku bunga demi kepentingan publik, alih-alih menuruti keinginan presiden.

Trump tidak merahasiakan ketidaksukaannya terhadap Powell. Dia berulang kali mempertanyakan kompetensi dan integritas ketua The Fed tersebut.

Bank Sentral AS (Fed) bertemu delapan kali setahun untuk mempertimbangkan tingkat suku bunga.

"Dilema yang dihadapi The Fed telah mereda," kata Analis Oxford Economics Michael Pearce.

'Angka-angka menunjukkan bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja tampaknya kurang mendesak dibandingkan beberapa bulan yang lalu, sementara kemungkinan kenaikan inflasi juga tampaknya telah mereda," katanya dalam sebuah catatan.

Selain penyelidikan terhadap Powell, Trump juga berupaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, memicu pertempuran hukum yang dapat menentukan seberapa besar kewenangan presiden dalam mengubah kepemimpinan The Fed.

Seorang presiden hanya dapat memecat anggota dewan The Fed "karena alasan tertentu," yang secara tradisional dipahami sebagai pelanggaran atau kelalaian tugas.

Namun, pemerintahan Trump tampaknya mendorong interpretasi yang lebih luas, karena Trump berupaya memecat Cook atas tuduhan penipuan hipotek yang dibantahnya.

Mahkamah Agung mendengarkan argumen tentang masalah ini pekan lalu, dan Cook menekankan dalam sebuah pernyataan setelahnya pentingnya melindungi The Fed dari ancaman politik. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE