Airlangga Targetkan Implementasi Penuh Ekspor Satu Pintu Lewat Danantara Diterapkan 1 Januari 2027
Implementasi awal akan berlaku mulai Senin, 1 Juni 2026. Ini merupakan periode transisi di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa.
IDXChannel - Implementasi penuh ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ditargetkan bisa dilakukan pada 1 Januari 2027.
"Implementasi secara penuh paling lambat dilakukan 1 Januari 2027," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers persiapan operasional PT DSI di Gedung Danantara, Minggu (31/5/2026).
Airlangga menambahkan, implementasi awal akan berlaku mulai Senin, 1 Juni 2026. Ini merupakan periode transisi di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa. Meski begitu, perusahaan ekspor wajib melaporkan kegiatannya melalui PT DSI sebagai BUMN ekspor.
Nantinya, kata Airlangga, pelaporan kegiatan ekspor ini dilayani oleh Bea Cukai lewat akses portal Ceisa 4.0 yang disiapkan oleh Dirjen Bea Cukai. Pada periode ini, akan dilakukan evaluasi tiga bulan pertama, evaluasi ini menjadi dasar dalam implementasi tahap berikutnya.
"Dengan demikan para pengusaha, eksportir dan pihak yang terkait memiliki waktu cukup untuk penyesuaian hingga 1 Januari 2027," katanya.
Airlangga melanjutkan, kebijakan ini diharapkan untuk menjaga kepastian usaha dan arus barang.
"Realisasi ekspor dan kontrak yang telah berjalan tetap dihormati dan tentunya ini mengacu dengan kesepakatan antara eksportir dan mitra dagangnya," kata dia.
Lebih lanjut Airlangga mengatakan, kebijakan ekspor satu pintu ini menegaskan kehadiran negara dalam mengelola SDA strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro Alloy secara terkoordinasi dan akuntable, sehingga mengoptimalkan peran para pelaku ekspor dalam perekonomian nasional.
Ketiga komoditas strategis ini menyumbang nilainya sebesar USD66,13 miliar atau 23,4 persen dari total ekspor nasional. Ini penopang surplus neraca perdagangan selama 71 bulan berturut-turut dengan gambaran ekspor batu bara USD24,48 miliar, Kelapa Sawit USD24,2 miliar, Ferro Alloy USD16,49 miliar.
"Pemerintah terus menjaga dan menjamin transisi berjalan dengan lancar terukur dan tentunya iklim usaha tetap dijaga dan Indonesia mengingkatkan trust atau kepercayaan mitra dagang di berbagai negara," katanya.
"Dengan kebijakan tata kelola ekspor yang baru ini, langkah implementasi telah disiapkan dan diharapkan memastikan setiap nilai ekspor strategis memberikan manfaat nyata untuk mendorong perekonomian dan juga diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat Indonesia," tutup Airlangga.
(Nur Ichsan Yuniarto)