ECONOMICS

Apindo Respons Kebijakan WFH, Soroti Produktivitas Dunia Industri

Rohman Wibowo 03/04/2026 13:38 WIB

Daya produksi bakal terus dikerek, meski banyak perusahaan menerapkan kebijakan WFH.

Apindo Respons Kebijakan WFH, Soroti Produktivitas Dunia Industri

IDXChannel - Kalangan pengusaha menitikberatkan daya produktivitas sebagai parameter dunia usaha menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk merespons isu keterbatasan BBM akibat konflik di Timur Tengah. 

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam, menekankan soal penerapan kebijakan WFH mesti mengukur kemampuan produksi demi mengimbangi tingkat permintaan dan menjaga rantai pasok.

"Kami memang sedang mempertimbangkan untuk melaksanakan WFH. Yang lebih penting WFH ini bisa mengirimkan sense of crisis kepada seluruh member (Apindo), bahwa kita harus bersiap menghadapi kelangkaan energi. Tapi, di lain sisi kami juga harus tetap mempertahankan produktivitas, jangan sampai turun," kata Bob dikutip Jumat (3/4/2026).

Bob mengatakan daya produksi bakal terus dikerek, meski banyak perusahaan menerapkan kebijakan WFH. Sebab, yang jadi pertimbangannya adalah menjaga keseimbangan antara supply dan demand. 

Tekanan ekonomi, dikatakan Bob bakal dirasakan masyarakat ketika dunia usaha kesulitan dalam hal produksi saat diberlakukannya kebijakan WFH.

"Karena kalau misalnya kelangkaan energi diikuti dengan kelangkaan barang, itu bisa menyebabkan terjadinya inflasi yang akan memperburuk ekonomi kita. Jadi pelaksanaan WFH ini harus secara hati-hati kita laksanakan. Kami tetap harus menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Bob.

Sehingga, Bob mewanti-wanti dunia industri yang bersentuhan langsung dengan tingkat produksi barang dan jasa bakal kesulitan dalam menerapkan WFH. Atas dasar kalkulasi ekonomi itu, pelaksanaan WFH harus selektif.

"Yang jelas untuk industri enggak mungkin lah itu (WFH) diterapkan. Justru industri sedapat mungkin bisa memacu produksinya. Tapi yang back office itu saya rasa memungkinkan untuk dilakukan WFH. Jangankan sehari, mungkin dua hari juga bisa," katanya.

Adapun penerapan kebijakan WFH menjadi salah satu yang diupayakan pemerintah Indonesia dalam menyikapi isu keterbatasan energi akibat dampak perang antara AS-Israel dan Iran. Jual beli serangan antara mereka yang berperang mengakibatkan lumpuhnya sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah. 

Seturut itu, blokade Selat Hormuz oleh militer Iran juga mempengaruhi ketersediaan cadangan migas di banyak negara, termasuk Indonesia yang bergantung distribusi pada jalur laut perdagangan tersebut. Seperti kapal tanker pembawa migas milik Pertamina yang hingga kini masih tertahan di sekitaran Selat Hormuz.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE