ECONOMICS

AS Terancam Alami Stagflasi Imbas Perang dengan Iran

Wahyu Dwi Anggoro 22/03/2026 01:00 WIB

Perang di Timur Tengah membuat ekonomi Amerika Serikat (AS) terancam mengalami stagflasi.

AS Terancam Alami Stagflasi Imbas Perang dengan Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Perang di Timur Tengah membuat ekonomi Amerika Serikat (AS) terancam mengalami stagflasi.

Dilansir dari AFP pada Sabtu (21/3/2026), hal itu disampaikan oleh ekonom AS peraih Nobel, Joseph Stiglitz.

Stiglitz mengatakan, ekonomi AS sudah mendekati stagflasi bahkan sebelum perang dengan Iran pecah pada akhir bulan lalu. Stagflasi adalah perpaduan antara pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan tingkat inflasi yang tinggi.

"Ada sejumlah indikator yang menunjukkan pertumbuhan melambat sebelum perang," katanya dalam sebuah wawancara.

Perang di Timur Tengah praktis menghentikan aktivitas di Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak mentah dunia, sehingga harga minyak melonjak.

Harga minyak global telah melonjak 40 hingga 50 persen setelah Iran memblokade Selat Hormuz dan menyerang industri energi dan perkapalan di Teluk, yang merupakan respons terhadap serangan AS-Israel.

Hal ini memicu kekhawatiran akan guncangan pada sistem perdagangan global, yang sudah tertekan oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump serta fragmentasi rantai pasokan sejak pandemi Covid-19 dan perang Rusia di Ukraina.

Stiglitz, yang bersama-sama memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi pada 2001 untuk analisisnya tentang pasar dengan informasi asimetris, mengatakan AS adalah negara yang paling berisiko mengalami stagflasi, seperti yang terjadi selama guncangan harga minyak pada 1970-an.

"Risiko stagflasi tampaknya cukup tinggi bagi AS," kata profesor di Universitas Columbia di New York tersebut.

Situasi di tempat lain tidak begitu jelas, kata Stiglitz, yang menjabat sebagai kepala ekonom di Bank Dunia pada akhir 1990-an setelah menjadi ketua dewan penasihat ekonomi mantan presiden AS Bill Clinton. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE