IDXChannel - Lonjakan harga minyak dan gas akibat eskalasi konflik Iran dinilai belum sepenuhnya mendorong percepatan transisi ke energi terbarukan.
Sebaliknya, pasar justru menunjukkan batu bara masih menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai terhadap gangguan pasokan energi global.
Harga batu bara acuan Newcastle tercatat melonjak lebih dari 10 persen sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Kinerja ini juga tercermin pada penguatan produk investasi berbasis batu bara, yang naik sekitar 7 persen, melampaui kenaikan 2 persen pada ETF energi bersih global.
Secara fundamental, batu bara masih menyumbang sekitar sepertiga produksi listrik dunia, meskipun kapasitas energi terbarukan terus berkembang pesat.