IDXChannel – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang dipicu oleh aksi jual investor asing di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) selama kuartal I-2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, meskipun tekanan di pasar modal dan SBN cukup besar, dampaknya masih dapat dinetralisasi oleh aliran modal masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Menanggapi situasi tersebut, Presiden menginstruksikan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) untuk mempererat kerja sama guna membendung derasnya aliran modal keluar ke depannya.
“Beberapa hal yang menjadi perhatian tentu terkait dengan Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow, dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu, pasar modal; dua, SBN; dan tiga dinetralisasi oleh SRBI. Dan tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.