Di sisi lain, investasi global pada sektor batu bara masih terbatas. Belanja modal (capex) untuk komoditas ini turun signifikan sejak 2010 menjadi sekitar USD5 miliar tahun lalu.
Perusahaan tambang besar seperti BHP dan Rio Tinto bahkan telah melepas aset batu bara termal, seiring tekanan investor yang menghindari aset dengan risiko lingkungan tinggi.
Sebaliknya, perusahaan yang fokus pada batu bara seperti Yancoal dan Whitehaven Coal justru mencatat kenaikan harga saham dua digit sejak konflik di Timur Tengah meningkat.
Glencore juga mengambil langkah berbeda dengan menambah portofolio batu bara dan menjadikannya sebagai salah satu sumber utama laba.
Dalam jangka menengah, keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara global masih relatif terjaga. Namun, potensi kekurangan pasokan bisa muncul pada dekade 2040-an jika investasi tidak segera meningkat.