Peneliti Senior Columbia University, Noah Kaufman, menyebut pertumbuhan batu bara kini lebih banyak digerakkan oleh kawasan Asia.
“Batu bara pada dasarnya adalah cerita pertumbuhan di Asia,” katanya.
Kondisi ini juga diperparah oleh ketidakpastian pasokan gas alam cair (LNG), terutama dari Qatar, akibat terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Sejumlah negara seperti Taiwan mulai mempertimbangkan kembali pengoperasian pembangkit listrik tenaga batu bara yang sebelumnya dihentikan.
Jika lonjakan harga LNG berlanjut, negara-negara lain di kawasan berpotensi mengikuti langkah serupa.