ECONOMICS

Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri

Tangguh Yudha 01/02/2026 20:00 WIB

Bapanas memastikan ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Ramadan sampai Idul fitri di Maret mendatang dalam status aman.

Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Ramadan sampai Idul fitri di Maret mendatang dalam status aman.

"Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, agar Bapanas terus memastikan ketersediaan bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri dalam waktu dekat ini," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, dikutip Minggu (1/2/2026).

Ia memaparkan bahwa dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, untuk komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan daging sapi/kerbau masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.

Untuk beras, total ketersediaan Januari–Maret 2026 diproyeksikan mencapai 22,2 juta ton, yang berasal dari stok awal tahun 12,4 juta ton dan tambahan produksi 9,8 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 7,7 juta ton, Indonesia masih mencatatkan surplus 14,5 juta ton di akhir Maret.

Komoditas daging ayam ras juga berada dalam kondisi surplus. Total ketersediaan selama tiga bulan diperkirakan 1,6 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada di angka 1,01 juta ton.

Telur ayam ras diproyeksikan tersedia 1,9 juta ton dengan konsumsi 1,67 juta ton, sehingga menyisakan surplus 305,8 ribu ton.

Sementara itu, gula konsumsi diperkirakan tersedia 1,46 juta ton hingga Maret, jauh di atas kebutuhan nasional Januari–Maret sebesar 712,5 ribu ton, dengan potensi surplus 751,5 ribu ton.

Untuk daging sapi/kerbau, total ketersediaan mencapai 185,4 ribu ton, relatif seimbang dengan konsumsi nasional 179 ribu ton.

"Di samping itu, Bapanas bersama stakeholder pangan juga akan menggencarkan berbagai program intervensi pangan yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat. Misalnya pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran SPHP beras," tambah Direktur Maino.

Program GPM sampai minggu ketiga Januari 2026 telah direalisasikan sebanyak 264 kali di 106 kabupaten/kota. Capaian di awal tahun ini meningkat 52,6 persen dibandingkan Januari tahun lalu yang terlaksana 173 kali.

Untuk pelaksanaan program SPHP beras di Januari 2026 masih terus dijalankan Perum Bulog sebagai perpanjangan program SPHP beras pada 2025. Realisasi penjualan selama Januari 2026 ini telah mencapai sekitar 63 ribu ton.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE