ECONOMICS

BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,7 Persen di 2026

Iqbal Dwi Purnama 21/01/2026 17:18 WIB

BI proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, ditopang oleh penguatan permintaan domestik dan stimulus pemerintah.

BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,7 Persen di 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, ditopang oleh penguatan permintaan domestik serta berlanjutnya berbagai kebijakan stimulus pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan, Indonesia tetap memiliki peluang untuk mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan memperkuat daya tahan ekonomi domestik.

"Pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat dalam kisaran 4,9 sampai dengan 5,7 persen, ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (21/1/2026).

Sementara untuk 2025, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen. Pada triwulan IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan permintaan domestik, membaiknya keyakinan pelaku usaha, serta peningkatan stimulus fiskal pemerintah.

Memasuki 2026, BI menilai pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat sejalan dengan penguatan konsumsi rumah tangga dan peningkatan investasi. Efektivitas berbagai program stimulus pemerintah dinilai perlu terus diperkuat untuk mendorong penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Investasi juga diperkirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program-program prioritas pemerintah termasuk hilirisasi sumber daya alam sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian," kata Perry

Untuk mendukung prospek tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang dikombinasikan dengan stimulus fiskal dan kebijakan sektor riil pemerintah.

Selain mendorong pertumbuhan, BI juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan eksternal ekonomi, termasuk memperkuat neraca pembayaran Indonesia, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Dengan bauran kebijakan yang konsisten dan koordinasi erat dengan pemerintah, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat terus meningkat secara berkelanjutan dan tetap berdaya tahan terhadap tekanan global.

"Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor real pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan," kata Perry.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE