IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 akan mencapai 5,5 persen. Optimisme ini muncul di tengah tantangan angka pengangguran yang masih menjadi perhatian serius pemerintah dan dunia usaha.
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie menekankan bahwa target tersebut merupakan pijakan awal untuk mencapai pertumbuhan yang lebih progresif di masa depan.
“Kita ketahui bahwa ada 4,85 persen pengangguran, 17 persennya anak muda dan juga kita bicara pro growth target kita 5,4-5,5 persen menuju kepada angka yang lebih besar di kemudian hari,” ujarnya usai acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Anindya, angka pertumbuhan tersebut dapat terealisasi jika Indonesia mampu mengoptimalkan tiga komponen utama ekonomi. Pertama, pemerintah diharapkan mampu menyalurkan anggaran secara produktif dan efektif. Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus melibatkan pelaku usaha sektor riil agar dampaknya terasa hingga ke daerah.
“Bagaimana supaya belanja pemerintah ini makin produktif, efektif, sehingga bisa sampai kepada daerah-daerah yang tahun 2025 mungkin masih mendapatkan efek efisiensi,” kata Anindya.