BI Sebut Cadangan Devisa April 2026 Tetap Kuat Jaga Stabilitas Makroekonomi
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 sebesar USD146,2 miliar dinilai tetap kuat dan memadai untuk mendukung ketahanan eksternal.
IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 sebesar USD146,2 miliar dinilai tetap kuat dan memadai untuk mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Menurutnya, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional yang ditetapkan oleh IMF.
"Dan ini mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI Senin (18/5/2026).
Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global.
Seperti diketahui, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar atau menurun dibandingkan posisi pada akhir Februari 2026 sebesar USD148,2 miliar.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
Adapun posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
(kunthi fahmar sandy)