Breaking News, Ekonomi Indonesia Resilien Tumbuh 5,61 Persen Kuartal I-2026
PDB Indonesia mampu tumbuh hingga 5,61 persen (yoy), melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.
IDXChannel -
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi terbaru triwulan 1-2026. Di tengah dinamika geopolitik global, ekonomi Indonesia tetap resilien dan mencatat pertumbuhan yang solid.
Pada triwulan 1-2026, PDB Indonesia mampu tumbuh hingga 5,61 persen (yoy), melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti merincikan soal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 atas harga harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 bila dibandingkan triwulan I 2025 atau year on year tumbuh sebesar 5,61 persen,” kata Amalia dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2206).
Amalia juga mengatakan soal beberapa catatan peristiwa domestik yang mempengaruhi PDB pada kuartal awal 2026.
Mulai dari tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat, seperti konsumsi per kapita kelompok restoran dan hotel yang tumbuh 11,63 persen hingga nilai transaksi elektronik, kartu debit, dan kartu kredit yang tumbuh 4,20 persen.
Dia menambahkan, mobilitas masyarakat juga diungkap BPS mengalami peningkatan saat momen libur nasiobal dan hari raya keagamaan, baik secara jumlah perjalanan dalam negeri yang tumbuh 13,14 persen maupun tingkat perjalanan luar negeri sebesar 8,62 persen.
“Ada dorongan stimulus dari pemerintah sepanjang triwulan I-2026,” kata Amalia.
Ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama juga mencatat pertumbuhan yang positif pada triwulan 1-2026, di antaranya: Vietnam 7,8 persen, Malaysia 5,3 persen, China 5,0 persen, Singapura 4,6 persen, Korea Selatan 3,6 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen.
Dia melanjutkan, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan 1-2026.
"Ekonomi Indonesia pada triwulan 1-2026 tumbuh 5,61 persen (yoy), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” kata Amalia.