IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada 2045, bahkan perlu didorong hingga 6,7 persen di tengah ketidakpastian global yang semakin tinggi.
Ia menilai saat ini dunia berada dalam kondisi penuh ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana perubahan terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi.
“Saya pikir kita semua hidup dalam situasi yang sangat menantang, di mana kita memprediksi masa depan bukan lagi berdasarkan tahun, bulan, semester, atau triwulan, tetapi kita menyesuaikan situasi setiap minggu,” ujarnya dalam acara seminar nasional OECD Accession and Private Sector Implications di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kondisi global tersebut berdampak luas, mulai dari sektor energi hingga rantai pasok pupuk dan pangan. Namun Indonesia dinilai cukup beruntung karena mampu mengelola situasi tersebut.
Dalam menghadapi gejolak global, pemerintah menerapkan kebijakan ketahanan energi melalui diversifikasi sumber pasokan, termasuk membatasi ketergantungan dari Timur Tengah.
“Indonesia sudah memutuskan sejak awal bahwa dari Timur Tengah maksimal 20 persen,” katanya.