Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo-Trump Sepakati Perjanjian Dagang New Golden Age
Pemerintah Indonesia dan pemerintah AS menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik bertajuk 'Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance'.
IDXChannel - Pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik bertajuk 'Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance'.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, pada Kamis (19/2/2026).
“Ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump. Dan dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace tadi pagi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Dokumen lampiran perjanjian tersebut turut ditindaklanjuti di kantor United States Trade Representative (USTR) bersama Duta Besar Jamieson Greer. Dalam perjanjian tersebut, Airlangga menyebut Indonesia dan AS sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Salah satu daripada perjanjian yang membentuk council of trade and investment, sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara. Dan ini hasil daripada agreement of reciprocal trade, sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di dalam council of trade apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara,” katanya.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, perjanjian ini memiliki visi untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta menjunjung tinggi kedaulatan masing-masing negara. “Jadi saya garis bawahi menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” katanya.
Sejak pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden Trump pada April 2025 lalu, pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat negosiasi tarif secara berkala. Menurut Airlangga, sebanyak 90 persen dokumentasi yang dikirim oleh pemerintah Indonesia dipenuhi oleh AS.
“Dalam periode tersebut Indonesia mengunjungi Washington DC empat kali, kemudian tujuh kali putaran perundingan, dan lebih dari sembilan kali pembahasan in person maupun virtual dengan USTR atau Duta Besar Jamieson Greer,” kata dia.
(Dhera Arizona)