Imbal Hasil Treasury AS Naik meski Ada Buyback Obligasi Jumbo
Imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun.
IDXChannel - Imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun.
Dilnsir dari CNN pada Kamis (10/9/2028), kenaikan itu terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengatakan akan membeli kembali obligasi pemerintah hingga USD6 miliar (Rp105 triliun) dalam waktu dekat.
Angka tersebut tiga kali lipat lebih besar dari operasi standar. Bulan lalu, Departemen Keuangan mengumumkan akan menggandakan ukuran pembelian kembali atau buyback obligasi dari September hingga November.
Imbal hasil atau yield obligasi Treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,84 persen pada Rabu, level penutupan tertinggi sejak Oktober 2023.
Imbal hasil naik ketika harga obligasi turun. Investor ramai-ramai menjual obligasi tahun ini, mendorong harga turun dan imbal hasil naik. Kenaikan imbal hasil ini meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan pemerintah.
Kenaikan imbal hasil tak lama setelah pengumuman pembelian kembali Departemen Keuangan menandakan skeptisisme dari investor. Beberapa analis berpendapat bahwa angka pembelian kembali seharusnya lebih besar, sementara yang lain mengatakan pembelian kembali tidak akan efektif mengubah arah imbal hasil.
Imbal hasil telah naik di seluruh dunia karena investor memperhitungkan kenaikan harga energi dan potensi kenaikan suku bunga bank sentral.
Banjir utang korporasi untuk mendanai pembangunan kecerdasan buatan (AI) juga mendorong kenaikan imbal hasil. Meningkatnya defisit pemerintah dan kekhawatiran tentang kesehatan fiskal menambah ketidakpastian pasar obligasi.
Pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan adalah operasi standar di pasar obligasi, tetapi ukuran dan waktu pengumuman tersebut menyoroti sensitivitas pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap kenaikan imbal hasil.
Meningkatkan ukuran pembelian kembali obligasi adalah salah satu strategi Menteri Keuangan Scott Bessent untuk mencoba meredakan pasar obligasi. Departemen Keuangan juga baru-baru ini melakukan intervensi di pasar mata uang untuk mengerek nilai tukar yen Jepang, sebuah langkah yang menurut para analis bertujuan untuk mencegah Jepang menjual obligasi AS guna mendongkrak nilai mata uangnya itu. (Wahyu Dwi Anggoro)